Beranda       Tentang Kami       Link       Forum       Guestbook       Pencarian       Senin, September 06 2010    

Publikasi
Opini
Sumber Data
Galeri
Quiz
Occasional Papers

« Halaman Sebelumnya

Aku, Pensil: Silsilah Keluarga Sebuah Pensil, Sebagaimana Dikisahkan Kepada Leonard E. Read

Friedrich-Naumann-Stiftung Indonesia bersama Freedom Institut menerbitkan versi terjemahan “I, Pencil”, sebuah essay pendek yang diterbitkan oleh the Foundation for Economic Education. Essay ini menyampaikan gagasan bahwa ekonomi tidak bisa “direncanakan” secara terpusat, jika tak seorangpun tahu bagaimana caranya membuat sesuatu yang bahkan sangat sederhana seperti sebuah pensil, apalagi membuat mobil atau pesawat.

 

Essay ini ditulis dalam bentuk narasi oleh sang pensil, yang mengisahkan bagaimana proses pembuatan pensil melibatkan begitu banyak sekali pekerjaan, melibatkan banyak sekali orang dari banyak sekali negara, menggunakan bahan-bahan – baik bahan mentah yang diambil dari California dan Oregon di Amerika, Sri Lanka, Indonesia dan sebagainya maupun berbagai keahlian yang menjadikannya bahan yang siap dipakai untuk membuat pensil.

 

Kisah ini ditulis dengan sangat menarik, dengan satu pesan sederhana: tak seorang pun dari mereka yang terlibat dalam proses pembuatan pensil ini bisa mengklaim sebagai yang paling berjasa dalam pembuatan sebuah pensil yang sederhana. Semua punya andil, tapi tak seorang pun sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk membuat pensil.

 

“Aku, Pensil” memperlihatkan betapa tak berdasarnya ekspektasi tentang perencanaan terpusat, kisah ini memberi perspektif yang mengangkat harkat individu. Dengan dibimbing oleh gagasan Adam Smith tentang “tangan-tangan tak teampak” yang mengatur harga, kepemilikan, keuntungan dan insentif, orang-orang yang berfikir merdeka meraih keajaiban ekonomi yang hanya bisa diimpikan kaum sosialis. Sementara kepentingan individu-individu yang jumlahnya tak terhingga dari berbagai belahan dunia mengerucut untuk memproduksi pensil tanpa adanya satu “otak perencana,” mereka juga bersatu di dalam suatu pasar bebas untuk memberi makan, sandang, pangan pendidikan, dan hiburan bagi ratusan juta orang di berbagai tingkatan.

 

Friedrich-Naumann-Stiftung Indonesia dan Freedom Institut sengaja menerbitkan versi bahasa Indonesia “Aku, Pensil” sebagai bagian dari kontribusi kami agar pembaca Indonesia memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pasar dan kebebasan individu.

 

 

Isi lengkap Aku, Pencil dapat di download dengan mengklik tautan dibawah ini



File Terkait:
I pencil - Indonesia.pdf
(669.2 KB bytes)


 Versi Cetak  Kirim ke Teman Nilai Artikel Ini:
   Rating saat ini: 3 dari 5

Artikel Terkait:
ISLAM AND MARKETS   13 Jul 2006
“EKONOMI PASAR SOSIAL & KRISIS EKONOMI GLOBAL”   18 Oct 2008
Aku, Pensil : Silsilah Keluarga Sebuah Pensil, sebagaimana dikisahkan oleh Leonard E. Read   08 Jul 2009
Reading Liberalisme: Dalam Bahasa Indonesia   19 Feb 2010


Berikan komentar Anda tentang artikel ini::
Name *
Email *
Website
Your IP 38.107.191.105
Your comment *
 
(c)2010 Kedai-Kebebasan.org