Kebebasan adalah tujuan tersendiri bagi liberalis. Tanpa kebebasan manusia tidak dapat hidup dan masyarakat tidak dapat berfungsi. Karena itu gagasan kebebaan di setiap masa dan tempat selalu memainkan peran. Tradisi-tradisi hukum alam di jaman kuno dan abad pertengahan pun telah menuntut ruang kebebasan yang terjamin dari cengkeraman kekuasaan yang masih mengutamakan masyarakat di atas individu.
Baru di era Aufklärung (jaman pencerahan), kebebasan individu menjadi premis yang dapat melegitimasi tatanan hukum dengan sebenarnya. Dalam bukunya “Two Treatises on Government” (1690) John Locke pernahmerumuskan bahwa manusia adalah miliknya sendiri. Negara didasari pada suatu perjanjian yang dijalani manusia dalam rangka melindungi hak-hak mereka atas kebebasan, hidup dan milik……..
Kutipan diatas berasal dari newsletter tentang “liberalisme” yang diterbitkan oleh Friedrich Naumann Stiftung, yang dapat anda download secara utuh dibawah ini.
| File Terkait: | |
![]() | LEAFLET-Liberalisme.pdf (54.9 KB bytes) |
![]() | Liberalism.pdf (78.5 KB bytes) |
![]() | Versi Cetak | ![]() | Kirim ke Teman | ![]() | Nilai Artikel Ini: | ![]() ![]() ![]() ![]() Rating saat ini: 4 dari 5 |
| mukhrish from 222.124.162.140 at 2009-07-06 03:03:00: selalu kita dukung kebebasan,,,tpi kebebasan yang g smena-mena lo,,, |

Senin, September 06 2010 









