
|
Newsletter
Equality atau Kesetaraan
Konsep equality (kesetaraan) yang terkandung dalam pemahaman ordo liberal lebih bermakna sebagai kesetaraan dalam kesempatan dan didepan hukum. Kesetaraan muncul dari penerapan kebebasan ekonomi. Kesamaan dalam pedapatan dan kepemilikan tidak dikenal oleh ekonomi pasar sosial.
Liberalisme
Kebebasan adalah tujuan tersendiri bagi liberalis. Tanpa kebebasan manusia tidak dapat hidup dan masyarakat tidak dapat berfungsi. Karena itu gagasan kebebaan di setiap masa dan tempat selalu memainkan peran. Tradisi-tradisi hukum alam di jaman kuno dan abad pertengahan pun telah menuntut ruang kebebasan yang terjamin dari cengkeraman kekuasaan yang masih mengutamakan masyarakat di atas individu.
Pasar Tenaga Kerja
Pasar yang paling penting adalah pasar tenaga kerja karena tenaga kerja merupakan faktor produksi terpenting dari setiap ekonomi kerakyatan. Faktor produksi terpenting kedua (bahkan Karl Marx mengikuti pendapat pakar ekonomi klasik), adalah bahwa “tenaga kerja yang mengalir adalah modal”. Hanya alam (“tanah”) sebagai faktor produksi terpen-ting ketiga ketika itu belum dianggap kurang.
Individualisme
Penganut paham liberal adalah individualis. Ini tidak mengherankan, karena intisari dan tujuan liberalisme adalah kebebasan individu. Artinya, kebebasan menurut paham liberal adalah milik setiap individu, bukan kolektif.
Solidaritas
Solidaritas merupakan bagian dari syarat dasar manusia untuk hidup saling berdampingan. Manakala manusia tidak saling bahu-membahu, dan tidak saling tolong-menolong dan bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri serta orang lain, maka masyarakat bebas tidak akan dapat terwujud dengan baik. Solidaritas ada dalam tindakan individu dan masyarakat, dalam keluarga dan dalam perkumpulan-perkumpulan yang dibentuk atas dasar sukarela.
Daftar Arsip »
|
| |