Beranda       Tentang Kami       Link       Forum       Guestbook       Pencarian       Kamis, Maret 11 2010    

Opini
Publikasi
Sumber Data
Galeri
Quiz
Opini

Membunuh “Tersangka” Terorisme?
Mereka yang memang memiliki “concern” atau perhatian besar pada isu kebebasan sipil dan hak asasi-manusia, was-was kalau-kalau tindakan Densus 88 dalam menangani isu terorisme itu melanggar HAM dan kebebasan sipil. Saya tidak punya keberatan apapun terhadap kelompok ini. Kritik-kritik mereka dalam soal penanganan terorisme perlu didengar oleh pemerintah.
Selengkapnya


Mengapa (tidak) membela pasar?
Menjelang pengumuman susunan kabinet SBY-Boediono, banyak pertanyaan seputar komposisi tim ekonomi. Pertanyaan yang cukup banyak terlontar adalah apakah SBY-Boed akan mempercayakan kebijakan ekonomi pada ekonom pembela pasar. Saya tidak tahu apa masalah dengan menjadi pembela pasar. Tepatnya, saya tidak tahu apakah pasar memang perlu dibela (dari apa?). Amartya Sen dalam Development as Freedom (2000) pernah menulis, “To be generically against markets would be almost as odd as being generically against conversations between people. . . The freedom to exchange words, or goods, or gifts does not need defensive justification in terms of their favorable but distant effects.”
Selengkapnya


"Masyarakat Intim" dan "Masyarakat Anonim"
Catatan saya ini merupakan kelanjutan dari catatan sebelumnya berjudul "Akhlak Kita di Jalan Raya". Saya akan mulai catatan ini dengan contoh empiris yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Jika saya kenal seseorang, maka biasanya saya akan bertindak sopan, dan tidak bisa memperlakukannya dengan semena-mena. Begitulah, kalau saya berjumpa dengan seseorang yang saya kenal di jalan raya, kemungkinan besar saya akan memperlakukan orang itu dengan penuh hormat.
Selengkapnya


Mitos liberalisme
Mitos : Liberalisme adalah paham yang tidak bermoral. Banyak orang menuduh liberalisme/kapitalisme menuntun kepada imoralitas, pada keserakahan, ketidak adilan, kejahatan, kemaksiatan, dan banyak hal jahat lainnya. Bahkan seorang murid saya pernah memakai sebuah kaos dengan tulisan “capitalism stole my virginity”.
Selengkapnya


Terorisme dan Soal Ketidakadilan Catatan untuk Magda Safrina
Masalahnya adalah sederhana saja: kekeliruan dalam menafsirkan doktrin agama, “the perversion of religious interpretation”. Mereka bukan pahlawan kaum miskin dan pejuang ketidakadilan. Dan sudah seharusnya kita tak usah menganggap mereka sebagai pahlawan, entah pahlawan dunia Islam apalagi kaum miskin yang menjadi korban ketidakadilan. Mereka adalah penjahat. Titik! Ayat-ayat Quran yang selama ini mereka pakai untuk menjustifikasi tindakan mereka tidak akan bisa menyelamatkan mereka dari kutukan publik.
Selengkapnya


Daftar Arsip »

(c)2010 Kedai-Kebebasan.org