Beranda       Tentang Kami       Link       Forum       Guestbook       Pencarian       Jumat, Juli 30 2010    

Galeri
Opini
Publikasi
Sumber Data
Quiz
Galeri

Seminar IAF tentang Sekularisme dan Liberalisme

Selama lebih kurang lebih dua minggu, 23 peserta dari 21 negara mendiskusikan topik sekularisme dan liberalisme dalam Pelatihan Kepemimpinan tentang “Sekularisme dan Liberalisme” di Gummersbach, Republik Federal Jerman, yang biasa dikenal dengan mana Seminar Internasional IAF,  pada 23 September – 5 Oktober 2007 lalu.

 

Sejak masa John Locke (1632-1704) dan Immanuel Kant (1724-1804) -keduanya filsuf  Barat, bahkan di masa filsuf kenamaan Islam Abul Waleed Muhammad Ibnu Rusyd (1126-1198), sekularisme sudah diperdebatkan sebagai sebuah konsep dan cara pandang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekularisme menyajikan konsep tegas tentang pemisahan negara dengan agama. Namun, tentu saja tetap mendukung kebebasan beragama dengan jaminan sepenuhnya oleh negara. Sekularisme adalah salah satu komponen dasar demokrasi liberal dan suatu prasyarat untuk memajukan hak asasi manusia.

 

Sehingga taklah heran jika presentasi, tanya-jawab, panel diskusi, kelompok kerja, perdebatan dan perbedaan pandangan mewarnai jalannya seminar tersebut. . Latar belakang profesi yang berbeda, seperti politikus, periset, jurnalis, mahasiswa, dosen, pendeta, pengacara dan anggota kongres, membuat diskusi menjadi kaya akan sumbangan pengalaman masing-masing peserta. 

 

Firmansyah MS, mantan Training Manager Internews Timor-Leste, yang kini menjadi Direktur Eksekutif P3Media (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Media), menjadi salah satu peserta dalam seminra IAF tersebut.

 

Berikut adalah beberapa rekaman photo yang sempat diambil olehnya selama seminar, yang mungkin memberikan gambaran tentang seminar tersebut dan kerukunan diantara sesama peserta, meskipun berdebat keras didalam ruang seminar.

 

 



 

Suasana dalam diskusi kelompok

Jalan Theodor Heuss menuju tempat pelatihan

Tekun mendengarkan uraian fasilitator dalam kelas

Another party?

Photo bersama seluruh peserta

Bersama Mr. Rainer Heufers (Direktur untuk Peningkatan Kapasitas FNSt - Indonesia), Dr. Busarin (Program Manager FNSt Malaysi, Dr. Rainer Adam (Direktur untuk Good Government Program FNSt - Indonesia), Dr. Birgit lamm (Direktur IAF)

Membaca ulang dan merenungkan materi yang akan dipresentasikan

Di muka castle

Bersama peserta dari Pakistan, Direktur IAf Dr. Birgit Lamm, Dr. Busarin (co-fasilitator), dan Mini Salao (Philippine)

Dr. Melnik, fasilitator selama seminar

Di muka salah satu castle di Dresden
 
 


Other Galleries:

  • Lokakarya Young Liberals and Democrats of Asia (YLDA) di Malaysia
  • Workshop Administrasi Pertanahan di Wonosobo
  • Workshop Perencanaan Pengembangan Ekonomi Regional di Wonosobo
  • Seminar IAF Tentang NGO dan Partai Politik
  • “Communications Workshop: Political Communication in the Digital Era – Blogging for Democracy” 4-6 Desember 2006
  • "CHANCES AND CHALLENGES OF LIBERALISM"
  • Theodor Heuss Academy
  • Pathways to Liberty and Free Markets in Asia
  • Preferential Trade Agreements – Local solutions for global trade?
  • “THE 2nd ASEAN CONFERENCE ON COMPETITION POLICY AND LAW”


  • (c)2010 Kedai-Kebebasan.org