Beranda       Tentang Kami       Link       Forum       Guestbook       Pencarian       Selasa, Februari 09 2010    

Opini
Publikasi
Sumber Data
Galeri
Quiz
Berita Demokrasi & Politik

« Halaman Sebelumnya

No Al Silencio: Hugo Chavez Membungkam Media

(Kedai Kebebasan - Jakarta) Seperti yang pernah ditulis didalam situs ini, kegatalan Hugo Chavez untuk membungkam media di Venezuela akhirnya menuai protes ribuan massa warga dan jurnalis yang memadati jalan di Caracas. Tokoh yang banyak diidolakan di negara-negara berkembang, juga di Indonesia, karena sikap nasionalistiknya, ternyata mengulang tindakan yang sama dengan rezim Soeharto di masa Orde Baru, membungkam suara oposisi dan media. Para demonstran yang turun ke jalan banyak meneriakan “ini Venezuela, bukan Kuba. Kami punya hak, kami perjuangkan.”

 

President Hugo Chávez memutuskan untuk tidak memperpanjang konsesi penyiaran Radio Caracas Televisión's (RCTV) yang lisensinya berakhir pada 28 Mei 2007. Berdasarkan peraturan yang dibuat pada tahun 1987 sebuah lembaga penyiaran memperoleh ijin selama 20 tahun.

 

Aparat pemerintah Venezuela membuat tuduhan yang menyatakan bahwa RCTV telah melakukan pelanggaran hukum. RCTV dituduh terlibat dalam kudeta yang terjadi pada April 2002, melanggar etika jurnalis, dan membuat ketidakstabilan pemerintahan. Sementara RCTV berpendapat bahwa lisensi mereka tidak akan habis hingga tahun 2022,yang didasarkan pada interpretasi mereka terhadap hukum Venezuela. Mereka juga mengungkapkan bahwa pemerintahan Chávez selama ini telah melakukan tekanan terhadap berbagai pemberitaan yang kritis.

 

Selama ini RCTV dikenal sebagai salah satu lembaga penyiaran yang kritis terhadap pemerintah. Ia adalah televisi swasta terbesar yang telah mengudara selama 53 tahun. Program populer yang ada pada stasiun televise RCTV adalah acara quiz show “Who Wants to Be a Millionaire” dan komedi “Radio Rochela,” yang telah berlangsung selama 40 tahun.

 

Pada hari Jum’at lalu pengadilan telah memerintahkan militer untuk mengambil alih stasiun televisi tersebut dan menyegel peralatan mereka. Beberapa media lain seperti Globovisión, Venevisión dan Televen, yang kritis terhadap Hugo Chavez diduga akan mengalami nasib yang sama.

 

                   NO AL SILENCIO!!!

 

 

 

 

 

 

Guna mengetahui beberapa berita lain berkaitan dengan pembredelan ini silahkan kunjungi situs-situs berikut:

http://www.cpj.org/news/2007/americas/ven12jan07na.html

http://www.ipys.org

http://www.rsf.org/article.php3?id_article=20218

http://tinyurl.com/yzrsmk

http://tinyurl.com/ylgdan

http://www.cidh.org/Relatoria/showarticle.asp?artID=688&lID=1

http://www.rctv.net/

http://www.opendemocracy.net/democracy-protest/venezuela_media_3800.jsp

 

 


Photo bersumber pada situs:

http://www.sigloxxi.com/

http://www.endi.com/

 



 Versi Cetak  Kirim ke Teman Nilai Artikel Ini:
   Rating saat ini: 3 dari 5

Artikel Terkait:
Tentang Kami   08 Apr 2006
Kebebasan   24 Apr 2006
Economic Freedom of the World: Annual Report 2005   28 Apr 2006
Economic Freedom of the World 2004   28 Apr 2006
Advokasi dan Komunikasi Kebijakan Persaingan Melalui Media   05 Jun 2006
Telah lahir Info Freedom Newsletter Edisi Perdana   06 Jun 2006
2006 Freda Utley Prize for Advancing Liberty   11 Jul 2006
Membela Kebebasan: Percakapan tentang Demokrasi Liberal   29 Aug 2006
2006 Atlas Essay Contest tentang Kebebasan di Barat dan Dunia Muslim   30 Aug 2006
Selamat Jalan Naguib "Balzac" Mahfouz   30 Aug 2006


Berikan komentar Anda tentang artikel ini::
Name *
Email *
Website
Your IP 38.107.191.96
Your comment *
 
(c)2010 Kedai-Kebebasan.org